Platform resmi yang menyajikan informasi seputar pelaku UMKM unggulan, berita terbaru, dan profil IKM untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.
Informasi terkini seputar perkembangan UMKM, pelatihan, dan kegiatan industri kreatif di Indonesia.
Memasuki tahun 2026, istilah inflasi tetap menjadi topik yang tidak asing lagi, terutama bagi para pelaku usaha maupun kalangan akademisi yang bergerak di sektor perekonomian. Secara mendasar, inflasi dipahami sebagai fenomena kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang terjadi terus-menerus. Penting untuk dicatat bahwa kenaikan harga pada satu atau dua jenis barang saja belum dapat dikategorikan sebagai inflasi, kecuali jika kenaikan tersebut meluas dan memicu kenaikan harga pada komoditas lainnya di pasar. Dalam konteks stabilitas nasional, Bank Indonesia telah menetapkan target inflasi untuk tahun 2026 sebesar 2,5% dengan deviasi sebesar kurang lebih 1%, sehingga kisarannya berada di antara 1,5% hingga 3,5%. Sasaran ini diformalkan melalui Peraturan Menteri Keuangan dengan tujuan utama menjaga kesehatan ekonomi nasional. Di Indonesia sendiri, pengelolaan inflasi menjadi indikator krusial bagi stabilitas perekonomian. Meskipun perhitungan datanya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei berbagai macam barang dan jasa yang mewakili belanja konsumsi masyarakat, Bank Indonesia memegang peranan vital dalam mengendalikan tingkat inflasi tersebut agar pertumbuhan ekonomi dapat terjadi secara berkelanjutan. Muncul pertanyaan mengenai apakah inflasi merupakan hal yang berbahaya bagi sebuah negara. Jawabannya sangat bergantung pada pengendaliannya, karena inflasi yang tidak terkendali dalam tahap yang parah memang dapat memicu keruntuhan ekonomi. Namun di sisi lain, inflasi juga sering kali menjadi pertanda bahwa sebuah negara tengah berkembang. Hal ini biasanya ditandai dengan lebih banyaknya mata uang yang beredar dan menurunnya angka pengangguran, meskipun masyarakat harus beradaptasi dengan kenaikan harga barang. Untuk memahami lebih dalam, para ekonom melakukan pengelompokan yang disebut sebagai disagregasi inflasi guna menghasilkan indikator yang menggambarkan pengaruh faktor fundamental. Kelompok pertama adalah inflasi inti, yang komponennya cenderung lebih stabil atau persisten karena dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti interaksi permintaan-penawaran, lingkungan eksternal, serta ekspektasi inflasi di masa depan. Sebaliknya, terdapat inflasi non-inti yang memiliki volatilitas tinggi karena dipengaruhi oleh faktor di luar fundamental. Kelompok ini terbagi menjadi administered prices yang dipicu oleh kebijakan pemerintah seperti penyesuaian harga BBM, tarif listrik, dan cukai rokok, serta volatile food yang berasal dari kelompok bahan pangan yang harganya mudah bergejolak akibat faktor cuaca, gagal panen, maupun gangguan distribusi. Penyebab inflasi sendiri dapat ditinjau dari berbagai sisi, baik itu dari tarikan permintaan masyarakat yang meningkat saat barang terbatas, maupun dari sisi penawaran akibat kenaikan biaya produksi seperti upah tenaga kerja dan harga bahan baku. Selain itu, faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi global turut memainkan peran penting dalam dinamika harga di dalam negeri. Oleh karena itu, dampak inflasi terhadap perekonomian selalu memiliki dua sisi yang berbeda. Secara negatif, inflasi yang terlalu tinggi dapat menggerus daya beli masyarakat dan menciptakan ketidakpastian dunia usaha. Namun, inflasi yang rendah dan stabil justru sangat diperlukan untuk mendorong aktivitas produksi serta menandakan bahwa roda ekonomi terus berputar dengan sehat. Inilah alasan mengapa otoritas moneter tidak menargetkan angka nol, melainkan menjaga inflasi pada tingkat yang wajar. Sebagai kesimpulan, selama inflasi berada pada level yang terkendali, fenomena ini bukan sekadar kenaikan harga semata, melainkan bagian dari proses pertumbuhan ekonomi yang mencerminkan stabilitas suatu...
JOMBANG, 17 Desember 2025 – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini merambah dunia pesantren melalui pemanfaatan teknologi modern. Hal ini ditandai dengan suksesnya pelaksanaan kegiatan Pelatihan dan Pemasangan Automatic Weather Station (AWS) yang bertempat di Pondok Pesantren Fathul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Langkah inovatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) LPPM-IPB dengan Bank Indonesia dalam mendukung kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Program ini menjadi bagian integral dari inisiatif Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), khususnya untuk komoditas beras di tahun 2025. Kehadiran instrumen AWS di lingkungan pesantren memungkinkan para santri dan pengelola lahan untuk melakukan pemantauan kondisi cuaca secara real-time. Teknologi ini sangat krusial dalam membantu optimasi hasil panen serta menjadi sarana mitigasi risiko yang efektif terhadap perubahan iklim yang sering kali sulit diprediksi. Melalui pendampingan akademis dari CIBEST IPB dan dukungan sektoral dari Bank Indonesia, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian pesantren, tetapi juga membangun model ekonomi umat yang tangguh dan mandiri. Integrasi antara nilai-nilai pesantren dengan inovasi teknologi terapan menjadi bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tradisional mampu beradaptasi dan berkontribusi langsung dalam menjaga kestabilan pangan nasional melalui metode pertanian yang lebih cerdas dan...
JOMBANG, 13 Desember 2025 – Momentum pesta belanja nasional 12.12 tahun ini dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha di Kabupaten Jombang sebagai panggung istimewa untuk naik kelas. Melalui akun resmi TikTok @ikmjombang, sebuah sesi Live Streaming spesial baru saja digelar dengan tujuan utama memperkenalkan sekaligus memasarkan beragam produk unggulan karya Industri Kecil Menengah (IKM) Jombang ke hadapan audiens digital yang lebih luas. Langkah ini mencerminkan semangat adaptasi para pengusaha lokal terhadap tren belanja modern yang semakin dinamis. Sesi siaran langsung yang berlangsung sangat interaktif tersebut mendapatkan sambutan dan antusiasme yang luar biasa dari para pengguna media sosial. Dalam balutan suasana yang santai, hangat, namun tetap informatif, tim IKM Jombang secara detail membedah keunggulan setiap produk lokal yang dipamerkan. Mulai dari komoditas pangan olahan yang memiliki cita rasa khas hingga produk kerajinan tangan kreatif yang menonjolkan estetika daerah, semuanya disajikan dengan narasi yang menarik minat pembeli. Kegiatan ini bukan sekadar ajang jualan, melainkan bukti nyata transformasi digital UMKM Jombang dalam menembus batas pasar konvensional menuju ekosistem pasar digital yang tanpa batas. Keberhasilan acara bertajuk "Recap Live 12.12: Produk UMKM By IKM Jombang" ini diakui tidak lepas dari dukungan penuh masyarakat yang menunjukkan rasa bangga dengan menggunakan produk buatan anak negeri. Interaksi yang tinggi selama siaran berlangsung, mulai dari pertanyaan seputar detail produk hingga pemesanan langsung, menjadi indikator positif bahwa produk lokal memiliki daya saing yang kuat. Sebagai bentuk apresiasi atas tingginya minat penonton, pihak IKM Jombang menyatakan komitmennya untuk menghadirkan sesi siaran langsung berikutnya secara rutin. Rencana ke depan akan mencakup lebih banyak pilihan produk kreatif, promo spesial, serta penawaran menarik lainnya yang eksklusif bagi para pengikut setia di media sosial. Melalui konsistensi gerakan "Bangga Produk Lokal", diharapkan ekonomi kreatif di wilayah Jombang dapat terus bertumbuh secara signifikan. Sinergi antara teknologi dan kreativitas lokal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan para pengrajin serta pengusaha kecil di seluruh pelosok Kabupaten Jombang. Dengan demikian, IKM Jombang tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu merajai pasar domestik di tengah ketatnya persaingan...
Temukan produk-produk terbaik dari pelaku UMKM Indonesia yang telah terbukti kualitasnya.
Ahlinya Kunir Asem Autentik & Segar Nikmati kemurnian kunir asem premium tanpa pengawet yang segar, ...
Spesialis Kopi Rempah & Camilan Gurih Nikmati kehangatan Kopi Rempah
Keripik Tempe Premium yang Renyah & Gurih Menyajikan keripik tempe berkualitas dengan resep rempah a...
Portal Informasi UMKM IKM berkomitmen mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.
IKM menyediakan layanan dan informasi untuk membantu UMKM berkembang melalui pendampingan, pelatihan, dan publikasi produk unggulan. Kami berkomitmen untuk menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas.
Menjadi platform terdepan dalam pengembangan UMKM Indonesia melalui teknologi, edukasi, dan kolaborasi untuk meningkatkan daya saing global.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang program, pendaftaran, atau kerja sama.
Sugihwaras, Kec. Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61473